Contact Form

 

Tatap Indonesia Vs Thailand, War Elephants Dalam Atmosfer yang Bagus


Jakarta - Pelatih Timnas Thailand , Akira Nishino , optimistis menatap duel dengan Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2022 . Atmosfer War Elephants disebur sedang bagus. Thailand akan bertemu dengan Indonesia dalam laga kedua Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa (10/9/2019). Thailand sebelumnya ditahan imbang 0-0 oleh Vietnam. Sementara Indonesia takluk 2-3 dari Malaysia di SUGBK. Thailand sudah berada di Indonesia sejak Sabtu (7/9/2019). Selama di Jakarta, mereka selalu menggelar latihan secara tertutup.

Akira mengungkapkan kondisi timnya tidak ada masalah. Hanya saja, ada dua pemainnya yaitu Thitiphan Puangjan dan Peeradol Chamrasamee yang cedera lalu digantikan oleh Anon Amornlerdsak dan Patcharapol Intanee. "Kami punya beberapa hari istirahat. Sekarang kami sudah sangat siap menghadapi laga besok," kata Akira Nishino kepada pewarta, di Stadion GBK, Senin (9/9/2019). "Ada beberapa pemain yang tidak bisa kami bawa ke Jakarta. Ada beberapa pemain baru yang datang ke skuat, sekarang kami mencoba membangun skuat yang lebih maksimal, melakukan penyesuaian. Atmosfer di dalam tim juga sangat bagus," Akira menambahkan. Simak Video " Dear Suporter, Jangan Bawa Kembang Api di Laga Indonesia Vs Malaysia "




Jakarta - Satu hari menjelang Indonesia vs Thailand di kualifikasi Piala Dunia 2022 , belum banyak tiket yang terjual. Tiket yang sudah dilepas sekitar 7 ribu. Timnas Indonesia menghadapi Thailand akan tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karnos (SU GBK), Senayan, Selasa (10/8/2019). Laga berlangsung mulai pukul 19.30 WIB, disiarkan langsung oleh Mola TV dan TVRI. Indonesia vs Thailand juga bisa disaksikan gratis di sini . Pada laga kali ini, panpel tak mengurangi jumlah tiket yang dicetak meski sempat ada catatan kerusuhan pada laga sebelumnya. Saat Indonesia menjamu Malaysia dengan akhir skor 2-3. Panpel tetap mencetak 70 ribu tiket menyesuaikan dengan kapasitas SU GBK. Deputi Sekjen bidang Pengembangan Bisnis PSSI, Marsal Masita, mengatakan jumlah tiket tidak dikurangi karena pihaknya telah menyiapkannya untuk tiga laga sekaligus. Selain saat menjamu Malaysia, juga saat tampil bersama Thailand dan Vietnam. "Sampai saat ini masih belum banyak. Masih 7 ribuan," kata Marsal kepada detikSport , melalui sambungan telepon. Ke Halaman Berikutnya (mcy/cas)




JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang Indonesia vs Thailand ,  kedua tim sempat melakukan serangkaian uji coba berdasarkan kalender FIFA Match Day sepanjang tahun 2019.

Duel antara Indonesia vs Thailand akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Laga Indonesia vs Thailand merupakan pertandingan kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia Grup G.

Sepanjang 2019, kedua tim tercatat sempat empat kali menjalani laga uji coba di periode FIFA Match Day.

Dua laga berlangsung pada bulan Maret, sedangkan duanya lagi pada Juni.

Selama periode tersebut, timnas Indonesia berhadapan dengan Bali United, Myanmar, Yordania, dan Vanuatu.

Dari empat kali uji coba, Indonesia hanya satu kali kalah saat melawan Yordania.

Baca juga: Indonesia Vs Thailand, Legenda Gajah Putih Sebut GBK Angker

Adapun tiga laga lain berakhir dengan kemenangan, salah satunya saat menang telak 6-0 atas Vanuatu, tim peringkat ke-163 dunia.

Sementara itu, Thailand sempat menghadapi China dan Uruguay dalam ajang Piala China (Maret), dan melawan Vietnam dan India pada ajang Piala Raja (Juni).

Dari empat laga, tim Gajah Perang hanya sekali menang atas China.

Sementara itu, tiga laga lain berakhir dengan kekalahan, termasuk saat kalah telak 0-4 dari Uruguay, salah satu tim elite dunia peringkat 5 FIFA.

Sebelum duel di SUGBK besok, Thailand bermain imbang 0-0 dengan Vietnam pada laga perdana Grup G, Kamis (5/9/2019).

Pada hari yang sama, timnas Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia.

Pertandingan Indonesia vs Thailand akan ditayangkan di  TVRI  dan  Mola TV  dengan jadwal siaran langsung, Selasa pukul 19.30 WIB.

Selain lewat layar televisi, pertandingan ini juga bisa dinikmati via layanan  video live streaming.

Berikut link live streaming Indonesia vs Thailand di  Mola TV  >>>  Klik di sini

Menghadapi laga melawan Thailand, pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy berharap para pemainnya bisa mempersiapkan mental dengan baik.

"Kita tahu lawan besok adalah lawan berat, susah dan kuat. Namun, saya tidak khawatir karena punya tim yang secara mental kuat," kata McMenemy, dalam konferensi pers jelang laga, Senin (9/9/2019).

"Mereka ingin fight  karena ingin coba buktikan kepada orang-orang yang meremehkan dan meragukan. Pemain ingin membuktikan bahwa mereka juga bisa membuktikan sesuatu dan mereka ingin berlari sampai tidak bisa berlari," ujar dia menambahkan.

Baca juga: Indonesia Vs Thailand, McMenemy Keluhkan Pendeknya Waktu Recovery

Untuk laga menghadapi Thailand, McMenemy ingin agar pasukannya bisa bermain seperti saat babak pertama melawan Malaysia.

Meski kalah dengan skor akhir 2-3, timnas Indonesia dinilai masih menyajikan permainan menarik pada babak pertama ketika melawan Malaysia.

"Tentu saya ingin melihat tentu pengulangan babak pertama ketika tim sudah bermain dengan baik. Sekarang tantangannya adalah bagaimana melewati babak kedua dengan baik juga," ujar McMenemy.

"Kita ingin fokus selama 90 menit agar tidak terintimidasi Thailand," kata pria asal Skotlandia itu.




JAKARTA, iNews.id - Tim Nasional Indonesia akan melakoni laga kedua Grup G Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 kontra Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (10/9/2019) malam. Setelah kandas 2-3 saat menjamu Malaysia, Kamis (5/9/2019), Tim Garuda berharap bisa membayarnya dengan kemenangan di laga kedua nanti. Secara kelas, tim berjuluk Gajah Perang itu punya kualitas lebih baik ketimbang Malaysia. Mereka juga punya pelatih baru Akira Nishino yang punya kualitas dunia. Berikut video selengkapnya. Video Editor: Ifaldi Musyadat Cameraman: Indra Setya Budi




JAKARTA, KOMPAS.com - Laga antara Indonesia vs Thailand akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Laga Indonesia vs Thailand merupakan pertandingan kedua babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia Grup G.

Meski berlangsung di SUGBK , arena pertandingan tersebut ternyata lebih berpihak ke tim Gajah Perang, julukan timnas Thailand.

Catatan pertemuan kedua tim sejak tahun 1997, Thailand justru baru satu kali kalah di SUGBK, sedangkan Indonesia sudah tiga kali kalah di stadion bersejarahnya sendiri.

Dua kemenangan Thailand di SUGBK bahkan merupakan laga final.

Secara total, sejak 1997, Indonesia dan Thailand tercatat sudah 13 kali bertemu di level timnas senior dalam sebuah turnamen resmi.

Baca juga: 5 Fakta Laga Thailand Vs Indonesia, Garuda Perpanjang Rekor Buruk

Tanpa memperhitungkan laga persahabatan ataupun laga timnas yunior, Thailand memang selalu lebih superior, baik saat kandang maupun tandang.

Thailand tercatat sudah menenangi 10 laga, dua di antaranya menang adu penalti. Kedua tim tak pernah bermain imbang.

Adapun Indonesia tercatat baru menang dalam tiga laga, satu di antaranya lewat adu penalti.

Indonesia dan Thailand terakhir kali berduel di SUGBK pada babak penyisihan Piala AFF 2010.

Ketika itu, Indonesia menang 2-1 lewat dua gol penalti Bambang Pamungkas setelah sebelumnya tertinggal 0-1 lewat gol Suree Sukha.

Pada dua edisi Piala AFF setelahnya, Indonesia dan Thailand tak pernah lagi bersua.

Kedua tim baru kembali terlibat bentrok pada Piala AFF 2016.

Pada tahun tersebut, kedua tim tiga kali bertemu, tetapi tak ada satu pun yang berlangsung di SUGBK.

Baca juga: Indonesia Vs Malaysia, Duel Pertama di SUGBK sejak 2010

Saat leg pertama final, Indonesia berkandang di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor.

Pasalnya, ketika itu, SUGBK tengah direnovasi untuk persiapan Asian Games 2018.

Pada Piala AFF 2018, Indonesia dan Thailand hanya sekali bertemu di Stadion Rajamangala, Bangkok.

Pada laga babak penyisihan grup tersebut, Thailand menang dengan skor 4-2.

Thailand dan Indonesia sempat ditempatkan di grup yang sama pada babak kualifikasi Piala Dunia 2018.

Sebelum 2010, Thailand bisa dibilang selalu menjadi mimpi buruk skuad Garuda.

Pada Piala AFF 2008, Indonesia kalah dua kali dalam semifinal dua leg , salah satunya kalah 0-1 saat leg pertama di SUGBK.

Thailand juga merupakan tim yang mengubur impian Indonesia untuk menjadi juara Piala AFF (dulunya Piala Tiger) untuk pertama kalinya di rumah sendiri pada 2002.

Di final, Bambang Pamungkas dkk kalah lewat adu penalti dalam final di SUGBK.

Pada Piala AFF 2000, Indonesia juga selalu kalah dalam dua pertemuan yang semuanya berlangsung di Thailand.

Baca juga: Pelatih Jepang di Piala Dunia 2018 Latih Timnas Thailand

Pada Piala AFF 1998 di Vietnam, Indonesia dan Thailand sempat dua kali bertemu, salah satunya di penyisihan yang berakhir dengan kemenangan 3-2 untuk Thailand.

Laga ini menjadi catatan kelam dalam sepak bola nasional. Sebab, pemain Indonesia, Mursyid Effendi, dengan sengaja mencetak gol bunuh diri pada pengujung laga.

Peristiwa tersebut sering dikenal dengan insiden sepak bola gajah. Mursyid kemudian disanksi seumur hidup oleh FIFA dengan dilarang tampil di laga internasional.

Saat duel kedua di perebutan tempat ketiga, Indonesia menang lewat babak adu penalti setelah sebelumnya bermain dengan skor 3-3.

Setahun sebelumnya, Thailand dan Indonesia sempat bertemu di final cabang sepak bola SEA Games 1997 yang berlangsung di SUGBK.

Ketika itu, cabang sepak bola SEA Games belum menerapkan pembatasan umur.

Di hadapan 110.000 pendukung tuan rumah, Thailand mengalahkan Indonesia yang ketika itu masih diperkuat Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti, dan Fakhri Husaini.




TEMPO.CO , Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( PSSI ) optimistis pertandingan Timnas Indonesia vs Thailand akan berjalan aman. Laga dalam rangkaian pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 10 September 2019, mulai 19.30  WIB. "Rivalitas suporter Indonesia dengan Thailand tidak sebesar dengan Malaysia. Jadi mudah-mudahan aman," kata Kepala Hubungan Media dan Promosi Digital PSSI Gatot Widakdo  di Jakarta, Ahad. Meski menyebut laga akan berjalan aman, PSSI tetap menerapkan prosedur pengamanan maksimal demi mengantisipasi kericuhan seperti yang terjadi dalam laga awal Grup G saat menghadapi Malaysia di SUGBK, Kamis (5 September). PSSI pun selalu berkoordinasi dengan Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) mengenai kebutuhan timnas Thailand termasuk soal keamanan. Selain itu, dari sisi infrastruktur stadion, PSSI telah meminta pihak pengelola SUGBK untuk memperbaiki papan skor digital yang mati di laga Indonesia kontra Malaysia. "Kami meminta pihak GBK agar memastikan kejadian tersebut tidak terulang karena ada sanksi terkait dengan itu," tutur Gatot.

Timnas Thailand sendiri sudah tiba di Indonesia dan menjalani latihan perdananya pada Sabtu (7 September) yang hanya bisa disaksikan pewarta dari Thailand. Pada Ahad ini, mereka memutuskan untuk berlatih tertutup dari media. Timnas Indonesia akan berusaha bangkit dalam pertandingan melawan Thailand nanti setelah di laga kualifikasi Piala Dunia 2022 sebelumnya kalah 2-3 dari Malaysia.




KOMPAS.com -  Seusai melawan timnas Malaysia, jadwal timnas Indonesia selanjutnya adalah melawan timnas Thailand pada laga kedua Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Timnas Indonesia mengawali perjuangannya di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia dengan hasil minor.

Pasukan Simon McMenemy harus takluk 2-3 dari rival abadinya, Malaysia, di rumah sendiri, Stadion Utama gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Baca juga: Cerita di Balik Koreo Nakal Ultras Garuda di Laga Indonesia Vs Malaysia

Dua gol timnas Indonesia lahir dari kaki Alberto Goncalves (12', 39').

Sementara itu, tiga gol Malaysia dicetak oleh Mohamadou Sumareh (37', 90+7'), dan Syafiq Ahmad (66').

"Susah untuk diterima, susah untuk ditelaah kekalahan ini. Kami tidak bisa berpura-pura, kekalahan ini terasa sakit," kata McMenemy seusai pertandingan.

"Walaupun berat, saya ingin mengucapkan selamat kepada Malaysia atas kemenangan ini. Buat saya pribadi ini sangat sulit diterima," kata Simon.

Luka sayap Garuda belum sepenuhnya kering ketika harus menghadapi hadangan tim Gajah Putih alias Thailand.

Baca juga: Indonesia Vs Malaysia, Beto Ungkap Penyebab Kekalahan Tim Garuda

Ya, timnas Indonesia akan berhadapan dengan timnas Thailand pada laga kedua Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Laga Indonesia vs Thailand itu akan dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Berbeda dengan timnas Indonesia, timnas Thailand memiliki nasib yang lebih baik.

Timnas Thailand meraih satu poin berkat hasil imbang 0-0 melawan Vietnam di Stadion Thammasat, Pathum Thani.

Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan demi menjaga asa lolos ke babak selanjutnya.

Baca juga: Indonesia Vs Malaysia, Kelelahan Jadi Penyebab Kekalahan Tim Garuda

Namun, menurut pelatih Thailand, Akira Nishino, melawan tim sesama ASEAN di Grup G tidaklah mudah sebab semua tim bernafsu ingin mengalahkan negara tetangganya.

"Kami berada di grup yang berisikan tim asal ASEAN di kualifikasi Piala Dunia ini. Itu membuat setiap sangat bernafsu untuk mendulang kemenangan,” ujar Nishino, seperti dikutip dari Goal Thailand , Jumat (6/9/2019).

Laga Indonesia vs Vietnam akan kembali disiarkan oleh TVRI dengan jadwal siaran langsung pukul 19.30 WIB.

Selain itu, laga tersebut juga bisa disaksikan melalui live streaming yang disediakan oleh Mola TV.

Berikut link live streaming Indonesia vs Thailand by Mola TV >>> Klik di sini.




Jakarta, CNN Indonesia -- Tiket laga  Indonesia vs  Thailand pada kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Selasa (10/9) baru terjual lima ribu lembar per Jumat (6/9). Deputi Sekjen Bidang Pengembangan Bisnis PSSI, Marsal Masita mengatakan pasrah terhadap jumlah tiket yang bakal terjual. Meskipun ia tetap berharap suporter bisa hadir dan memberikan dukungan langsung kepada Timnas Indonesia. "Per kemarin [Jumat 6/9] baru 5 ribuan tiket yang terjual. Memang ini dugaan kita, kalau hasil kemarin kurang positif animonya tidak akan sebanyak yang kita harapkan," kata Marsal kepada CNNIndonesia.com , Sabtu (7/9). Marsal menjelaskan jumlah tiket, harga maupun tata cara pembelian tidak ada perubahan. Tiket hanya dijual melalui sistem online seperti ketika laga Timnas Indonesia melawan Malaysia lalu. Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia di Stadion GBK. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) Terkait insiden kerusuhan suporter yang terjadi di Stadion GBK saat Indonesia melawan Malaysia, Marsal menyebut pengawas pertandingan sudah melaporkan kejadian tersebut kepada FIFA dan AFC pada, Jumat (6/9) malam. Ia tidak bisa memastikan dampak yang ditimbulkan atas kemungkinan sanksi yang bakal diterima Indonesia nantinya. "Kami sudah menjelaskan semua yang terjadi saat kericuhan itu [Indonesia vs Malaysia] tanpa menyalahkan siapapun. Apapun yang bakal diputuskan untuk Indonesia, sanksi atau apapun itu PSSI siap," jelas Marsal. [Gambas:Video CNN] Marsal berharap keputusan apapun yang bakal dikeluarkan FIFA/AFC nantinya tidak akan berpengaruh ke laga melawan Thailand yang dijadwalkan pada Selasa (10/9) di Stadion GBK. Namun, ia membuka kemungkinan keputusan akan berpengaruh ke pertandingan selanjutnya. Normalnya, lanjut Marsal, jawaban keputusan FIFA atau AFC berdasarkan laporan pengawas pertandingan baru akan diumumkan paling cepat tiga hari setelah laporan dikirim. "Biasanya kalau kena sanksi tidak langsung berdampak ke pertandingan selanjutnya. Setelah surat keputusan [dari FIFA atau AFC] datang kan kita bisa banding dulu. Jadi belum ada keputusan yang final. Saya juga tidak mau berandai-andai soal apa yang bakal diputuskan," ujar Marsal. (TTF/bac)




tirto.id - Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Thailand dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (10/09/2019). Kemenangan wajib diraih pasukan Simon McMenemy setelah di laga pertama kalah menyakitkan dari rival abadi Malaysia. Kekalahan 2-3 atas Harimau Malaya memang membuat pasukan Indonesia harus berada di dasar klasemen.Maka pasukan Simon McMenemy harus fokus dan meraih poin penuh saat menjamu Thailand. Namun pasukan Akira Nishino tak mudah dikalahkan kendati bermain di hadapan ribuan suporter Indonesia. Thailand merupakan kekuatan terbesar di sepakbola Asia Tenggara selama ini. Apalagi di pertandingan pertama kemarin, Thailand hanya bisa main imbang tanpa gol lawan Vietnam sehingga mereka butuh kemenangan di laga ini. Bagi Stefano Lilipaly, hasil yang didapat Thailand itu memang bisa menjadi berbahaya bagi Indonesia. Namun di sisi lain hasil tersebut menegaskan bahwa Thailand tetap punya kelemahan. Buktinya, di kandang sendiri mereka gagal mengalahkan Vietnam. “Tidak akan mudah saat melawan Thailand karena mereka salah satu tim terbaik . Tapi, mereka kemarin di kandang sendiri tidak bisa mengalahkan Vietnam. Saya percaya kami bisa mendapatkan hasil terbaik di pertandingan nanti,” kata Lilipaly. Thailand sendiri tak mau terkecoh dengan kondisi terkini yang dialami skuad Garuda. Kekalahan atas Malaysia berarti membuat Indonesia wajib meraih tiga angka jika ingin memelihara peluang lolos ke babak berikutnya di kualifikasi ini. Apalagi di laga berikutnya, Indonesia harus menjalani laga yang tak mudah dengan bertandang ke Uni Emirat Arab. Bermain di SUGBK juga dipandang tak mudah oleh skuad Thailand. Salah satu alasannya tentu dukungan suporter Indonesia meskipun ada kemungkinan tak akan penuh seperti laga melawan Malaysia kemarin. “Bermain sebagai tim tamu tak pernah mudah. Sama seperti saat melawan Indonesia nanti, kami harus berurusan dengan tekanan suporter mereka. Jadi kami dituntut untuk lebih berkonsentrasi, fokus, dan terus bermain kompak,” ujar Sivakorn Tiatrakul , pemain Thailand. Kondisi Tim Terkini McMenemy masih harus melihat kondisi Ricky Fajrin yang mengalami cedera saat melawan Malaysia. Untungnya, Ruben Sanadi berada dalam kondisi bugar jelang laga ini. Selain itu, tidak ada masalah besar dalam skuad besutan McMenemy dan sang pelatih tinggal fokus membenahi mental bertanding pasukannya. Sementara dari Thailand, Nishino harus kehilangan dua pemainnya karena cedera. Yakni Thitipahn Puangchan dan Peeradon Chamratsamee. Tanpa keduanya, kekuatan Thailand masih sangat menakutkan dengan keberadaan Supachai Jaided, Sarach Yooyen, atau Chanatip Songkrasin. Perkiraan susunan pemain: Indonesia (4-2-3-1): Andritany Ardhiyasa; Manahati Lestusen, Hansamu Yama, Yanto Basna, Ruben Sanadi; Zulfiandi, Evan Dimas; Irfan Jaya, Saddil Ramdani, Stefano Lilipaly; Beto Goncalves Thailand (4-3-3): Kawin Thamsatchanan; Tristan Do, Adisorn Promrak, Pansa Hemviboon, Theerathon Bunmathan; Sarach Yooyen, Tanaboon Kesarat, Supachok Sarachat; Ekanit Panya, Chanatip Songkrasin, Supachai Jaided.

Penulis: Wan Faizal Editor: Agung DH Kontributor: Wan Faizal




​ Timnas Indonesia akan memainkan laga kedua grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Laga ini berlangsung setelah Indonesia takluk 2-3 dari Malaysia di SUGBK. Berikut kami jabarkan jadwal laga, stasiun televisi, dan info skuat, serta informasi penting jelang pertandingan Indonesia vs Thailand. Lokasi dan Waktu Pertandingan ​ Stadion ​Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ​ Hari/Tanggal ​Selasa 10 September 2019 ​ Waktu ​19.30 WIB Panduan Cara Menonton ​Stasiun TV Lokal TVRI dan Mola TV​ ​Stasiun TV Luar Negeri -​ Skuat Tersedia Indonesia ​ Kiper ​Andritany, Teja Paku Alam, Angga Saputra ​ Bek ​Ricky Fajrin, Hansamu Yama, Ruben Sanadi, Victor Igbonefo, Yanto Basna, Andhika Wijaya, Yustinus Pae ​ Gelandang ​Hanif Sjahbandi, Andik Vermansah, Evan Dimas, Febri Hariyadi, Manahati Lestusen, Stefano Lilipaly, Rizki Pellu, Zulfiandi, Irfan Jaya, Irfan Bachdim, Saddil Ramdani ​ Penyerang ​Ferdinand Sinaga, Beto Goncalves, Osas Saha, Amiruddin Bagus Kahfi Thailand ​ Kiper Kawin Thamsatchanan, Chathai Bootprom, Siwarak Tedsungnoen​ ​ Bek ​Sasalak Haiprakhon, Theerathon Bunmathan, Adisorn Promrak, Pansa Hemviboon, Shinnaphat Leeaoh, Nitipong Selanon, Manuel Bihr, Narubadin Weerawatnodom, Tristan Do ​ Gelandang ​Sarach Yooyen, Supachok Sarachat, Patcharapol Intanee, Chanathip Songkrasin, Bordin Phala, Phitiwat Sukjitthammakul, Tanaboon Kesarat, Ekanit Panya, Sivakorn Tiatrakul, Anon Amornlertsak ​ Penyerang ​Supachai Jaided Sekilas Info Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia dan Thailand imbang tanpa gol melawan Vietnam. Baik Indonesia dan Thailand sama-sama gagal meraih poin sempurna meski berstatus tuan rumah, tak ayal kedua tim akan menargetkan raihan poin di laga nanti. Thailand masih beradaptasi di bawah asuhan pelatih asal Jepang, Akira Nishino. Hal ini bisa jadi kesempatan bagi Indonesia untuk meraih poin di depan dukungan fans (fans akan menonton dari stadion apabila belum dihukum FIFA terkait rusuh suporter kontra Malaysia). Nishino hanya membawa Supachai Jaided sebagai satu-satunya penyerang murni. Dari pemilihan skuat itu, bisa dilihat jika Nishino menitikberatkan permainannya dari tengah, melalui gelandang-gelandang kreatif yang dimilikinya. Kali ini, Simon McMenemy harus lebih jeli melihat stamina anak-anak asuhnya dan bermain bijak, jangan terlalu agresif di babak pertama dan kemudian kelelahan di babak kedua.



Total comment

Author

fw

0   comments

Cancel Reply