Contact Form

 

44 Dokter Kepresidenan Disiapkan Tangani BJ Habibie Halaman all


JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo pada Senin (9/9/2019) sore ini, menjenguk Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie yang sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Dikutip dari siaran pers Istana, sekitar pukul 18.23 WIB, Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno tiba di rumah sakit.

Kedatangan keduanya disambut langsung oleh Kepala RSPAD Gatot Soebroto dr. Terawan Agus Putranto.

Baca juga: 44 Dokter Kepresidenan Disiapkan Tangani BJ Habibie

Presiden Jokowi kemudian langsung menuju ruangan tempat BJ Habibie dirawat, yaitu di Cerebro Intensive Care Unit (CICU), Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto.

Di dalam ruangan tampak keluarga BJ Habibie, antara lain adik-adik dan menantunya.

"Kondisi Bapak BJ Habibie dalam perawatan intensif. Keluarga yang menunggu semua menantu dan cucu beliau beserta adik-adik Pak Habibie dan adiknya Bu Ainun," kata dr. Terawan.

Ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK) Prof. dr. Azis Rani dalam keterangan resminya menyebutkan B.J. Habibie masuk RSPAD sejak 1 September 2019.

Baca juga: BJ Habibie Dirawat Intensif di RSPAD Gatot Soebroto

Ia ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.

"Dalam perawatan sekarang diperlukan pengobatan yang komprehensif, mencakup berbagai gangguan organ yang terjadi," ujar dr. Azis Rani.

Terkait kondisi saat ini, dr. Azis Rani mengatakan BJ Habibie masih berada dalam pengawasan ketat dan harus banyak beristirahat.

"Mohon doa dari semua pihak agar beliau segera diberikan kesembuhan dan kesehatan sehingga dapat beraktivitas kembali," kata dr. Azis Rani.

Setelah sekitar sepuluh menit berada di ruangan, Presiden Jokowi kemudian meninggalkan RSPAD.




JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 44 dokter kepresidenan telah disiapkan untuk menangani kesehatan Presiden ke-3 RI BJ Habibie , yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Dokter kepresidenan yang disiagakan ini terdiri dari dokter ahli atau spesialis yang dirasa diperlukan oleh Habibie.

"Jadi ada dokter kepresidenan yang kami koordinasikan berjumlah 44 orang. Sebanyak 34 tim panel ahli, ahli di bidang macam-macam, jantung, otak dan sebagainya lengkap. Semua spesialis kedokteran lengkap di sana ada 34 orang," ujar Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Jakarta Setya Utama di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/6/2019).

"Kemudian ada dokter pribadi presiden berjumlah 10 orang," sambung dia.

Setya memastikan pemerintah akan menanggung seluruh biaya kesehatan Habibie sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan atau Administrasi Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden.

Para presiden dan wapres beserta keluarga inti bisa dirawat di rumah sakit rujukan utama, seperti RSPAD Gatot Soebroto, RS TNI AU, RS TNI AL, RS Polri, dan RS PMI Bogor.

"Dalam hal ini juga di-cover pemerintah seluruhnya. Pembiayaan dimanapun beliau dirawat," jelasnya.

Baca juga: BJ Habibie Dirawat Intensif di RSPAD Gatot Soebroto

Setya menyatakan Presiden Jokowi juga berencana menjenguk Habibie yang dirawat di RSPAD. Namun, dia belum mengetahui kapan persisnya.

"Insyaallah. Tapi saya tidak tahu pasti kapan waktunya. Tapi tentu saja setiap kali ada mantan presiden maupun mantan wapres yang sakit biasanya Beliau (menjenguk)," kata Setya.

Setya pun menyebut kondisi Habibie sudah mulai membaik pada Senin pagi ini.

Diberitakan, Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie dirawat secara instensif oleh Tim Dokter Kepresidenan di RSPAD Gatot Soebroto. Hal itu dikonfirmasi oleh Sekretaris Pribadi BJ Habibie, Rubijanto.

"Dengan hormat bersama ini kami konfirmasikan bahwa Bapak BJ Habibie saat ini sedang menjalani perawatan yang intensif oleh Tim Dokter Kepresidenan (TDK) di RSPAD Gatot Soebroto," kata Rubijanto dalam keterangan tertulis, Minggu (8/9/2019).

Menurut Rubijanto, TDK menyatakan BJ Habibie untuk sementara ini belum diizinkan untuk dikunjungi.

Hal itu agar Habibie bisa mendapatkan hasil perawatan optimal dan istirahat yang cukup.

"Kami atas nama keluarga menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan doa dari semua pihak, memohon kehadirat Allah SWT agar beliau segera diberikan kesembuhan dan kesehatan agar dapat beraktivitas kembali," katanya.










TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Indonesia ketiga BJ Habibie memiliki beberapa karya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama penerbangan.

Setidaknya ada dua karya besar Habibie, termasuk yang saat ini digunakan sebagai standar keamanan di industri pesawat di dunia.

1. Teori Habibie (Teori Crack Propagation)

Pria kelahiran 25 Juni 1936 ini telah menemukan teori crack propagation point atau letak titik awal retakan pada pesawat. Temuannya menjadi solusi mengenai masalah panjang yang dapat ditimbulkan oleh retaknya bagian sayap dan badan pesawat akibat mengalami guncangan selama take off dan landing.

Habibie melakukan perhitungan detail bahkan perhitungannya sampai tingkat atom pesawat terbang. Ini adalah penemuan yang sangat besar di dunia penerbangan.

Teori yang juga disebut sebagai theory of Habibie yang telah dipakai di industri penerbangan di seluruh dunia, karena berhasil meningkatkan standar keamanan pesawat. Sehingga dia dijuluki sebagai "Mr. Crack".

2. Pesawat Buatan Indonesia Pertama N250 Gatot Kaca

Pada 1995, Habibie berhasil memimpin pembuatan pesawat N250 Gatot Kaca, yang merupakan pesawat buatan Indonesia yang pertama. Pesawat tersebut adalah hasil rancangan Habibie yang didesain sedemikian rupa dan berhasil terbang melewati Dutch Roll (pesawat oleng) berlebihan.

Teknologi pesawat itu cukup canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun ke depan. Habibie memerlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal. Pesawat ini merupakan satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang menggunakan Fly by Wire.

Menurut Habibie, pesawat tersebut sudah terbang selama 900 jam dan akan masuk program sertifikasi FAA (Federal Aviation Administration).

Selain N250 Gatot Kaca, BJ Habibie juga mendesain dan menghitung proyek pembuatan pesawat terbang seperti Vertical Take Off and Landing (VTOL) pesawat angkut DO-31, pesawat angkut militer TRANSALL C-130, Hansa Jet 320 (Pesawat eksekutif), Airbus A-300 dan CN-135 serta secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam mendesain Helikopter BO-105, Multi Role Combat Aircraft (MRCA) dan beberapa proyek rudal dan satelit.


JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie dirawat secara instensif oleh Tim Dokter Kepresidenan di RSPAD Gatot Soebroto.

Hal itu dikonfirmasi oleh Sekretaris Pribadi BJ Habibie , Rubijanto.

"Dengan hormat bersama ini kami konfirmasikan bahwa Bapak BJ Habibie saat ini sedang menjalani perawatan yang intensif oleh Tim Dokter Kepresidenan (TDK) di RSPAD Gatot Soebroto," kata Rubijanto dalam keterangan tertulis, Minggu (8/9/2019).

Baca juga: BJ Habibie: Usia Saya 83, tetapi Jiwanya 38

Menurut Rubijanto, TDK menyatakan BJ Habibie untuk sementara ini belum diizinkan untuk dikunjungi.

Hal itu agar Habibie bisa mendapatkan hasil perawatan optimal dan istirahat yang cukup.

"Kami atas nama keluarga menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan doa dari semua pihak, memohon kehadirat Allah SWT agar beliau segera diberikan kesembuhan dan kesehatan agar dapat beraktivitas kembali," katanya.




Welcome Back Sign in to your account to continue using Metrotvnews

Sign In Remember me Forgot your password? or Sign in with your social account Google

Join Today!


ANTARA - Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, Senin (9/9) mengatakan kondisi mantan presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie mulai membaik meski masih dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat. (Pamela Sakina/Agha Yuninda/Saras Krisvianti)




Kesehatan Presiden RI ke-3 BJ Habibie dikabarkan sudah membaik. Kementerian Sekretariat Negara menerima laporan tersebut dari tim dokter kepresidenan yang merawat Habibie di RSPAD.






Total comment

Author

fw

0   comments

Cancel Reply